Dibalik 6000 Langkah Kaki Yang Bisa Mengubah Dunia

Berjalan kaki menuju tempat kerja

Sadar atau tidak sadar kemacetan di berbagai kota di Indonesia kian bertambah parah, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Masih minimnya masyarakat untuk berjalan 6000 langkah kaki demi kesehatan diri dan lingkungan, lebih memilih kendaraan pribadi sebagai moda transportasi untuk pergi ke tempat tujuannya.

Lalu lintas kota Jakarta yang padat

 

Sempat menjadi bahan pembicaraan beberapa waktu yang lalu bahwa kota Jakarta sempat menyandang predikat sebagai kota dengan tingkat polusi terburuk di urutan pertama di dunia, peringkat ini muncul dari data salah satu aplikasi pihak ketiga yang fokus pada kualitas udara di dunia.

 

Penyebab pencemaran udara atau polusi bisa berasal dari asap kendaraan bermotor, gas buangan pabrik, pembakaran, transportasi dan industri. Kita sebagai bagian dari masyarakat mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan yang salah satunya menjaga kualitas udara, dengan berjalan memperbanyak langkah kaki dan menggunakan transportasi umum diharapkan pencemaran udara bisa lebih ditekan lagi.

 

Berjalan kaki menuju tempat kerja

 

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan kampanye yang berfokus pada isu transportasi dan isu kesehatan/lingkungan dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpindah dari kendaraan (bermotor) pribadi ke angkutan umum massal dan berjalan kaki. Selain ramah lingkungan, akan memberikan dampak positif bagi individu maupun bagi masyarakat umum.

 

Jalan kaki dapat terhindar dari stroke

 

Di kota-kota besar sangat terasa bahwa pemanfaatan angkutan umum massal dan berjalan kaki belum maksimal, mayoritas masih menggunakan kendaraan pribadi sehingga lalu-lintas semakin macet dan polusi bertambah. Masyarakat malas untuk bergerak dan sedikit langkah kaki yang ditempuh, hal ini jelas memberikan efek buruk pada kualitas udara dalam jangka waktu tertentu.

 

Ada kecenderungan untuk jarak tertentu yang dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki tetapi masyarakat lebih memilih menggunakan sepeda motor. Selain berpengaruh pada kualitas udara, kesehatan masyarakat pun berkurang karena kurangnya bergerak. Gerak badan yang mudah bisa dimulai dengan yaitu dengan berjalan menghitung langkah kaki.

 

Jalan kaki dan menggunakan angkutan umum massal

 

Resiko terkena penyakit non infeksi menjadi semakin tinggi pada usia muda jika kita kurang menggerakkan badan. Menurut data dari Kemenkes meningkat dari 25,1% (2017) menjadi 33,5% (2018). Masyarakat Indonesia saat ini masih sangat minim untuk berjalan kaki, rata-rata hanya 3000 langkah kaki per hari, seharusnya minimal 6000 langkah kaki per hari atau idealnya 10.000 kaki per hari.

 

Kampanye yang diinisiasi BPTJ yaitu dengan kegiatan turun ke jalan untuk menyampaikan pesan-pesan apresiasi kepada masyarakat yang telah melakukan kegiatan berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum serta ajakan untuk menggunakan angkutan umum bagi mereka yang masih menggunakan kendaraan pribadi.

 

Pembagian masker, kipas, pin dan tumbler

 

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 18 – 22 Agustus 2019 diisi dengan pembagian poster, masker, pin, kipas tangan dan tumbler, kegiatan ini dibantu taman-taman dari Taruna/ni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) merupakan sebagai bagian dari apresiasi kepada pejalan kaki.

 

Manfaat jalan kaki menurut penelitian Harvard Medical School meneliti 459.883 orang responden dan menemukan bahwa mereka yang berjalan kaki dapat mengurangi resiko Kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) hingga 31%.

 

Manfaat jalan kaki mencegah kardiovaskular

 

 

Aktivitas berjalan kaki dapat memberikan banyak keuntungan bagi manusia, seperti yang dikutip dari kompas.com memperbanyak langkah kaki dapat memberi manfaat positif antara lain:

  1. Membakar kalori, jalan kaki dapat membakar kalori karena termasuk jenis olahraga kardio.
  2. Memperkuat jantung, berjalan kaki setiap hari selama minimal 30 menit bisa mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner hingga 19%.
  3. Memperkuat tulang dan sendi, jalan kaki dapat mempertahankan kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis. Membantu melindungi sendi di lutut dan pinggul dengan memicu lubrikasi sendi dan memperkuat otot-otot di sekitar sendi tersebut.
  4. Meningkatkan energi, jalan kaki bisa meningkatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh serta menambah kadar kortisol, epinefrin, dan noepinefrin. Ketiganya adalah pengatur tingkat energi dalam tubuh.
  5. Meningkatkan kekebalan tubuh, rutin berjalan kaki mampu meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan penyakit ringan.
  6. Menurunkan kadar gula, berjalan kaki dengan rutin setelah makan bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah.
  7. Memperbaiki suasana hati, gangguan kecemasan serta suasana hati yang negatif dapat berkurang dengan aktivitas jalan kaki.
  8. Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa ide baru yang kreatif, akan lebih mudah muncul jika dipikirkan sambil berjalan kaki daripada duduk.
  9. Memperkuat otot kaki, dengan rutin berjalan kaki maka otomatis akan memperkuat otot kaki, khususnya bila sering menyusuri rute-rute menanjak.

 

Untuk mendukung kampanye jalan kaki ini memang harus dimulai dari diri sendiri, saya pun memanfaatkan teknologi terkini untuk menghitung langkah kaki selama beraktivitas seharian. Di sisi lain menggunakan teknologi ini agar memiliki target dan lebih bersemangat dalam jalan kaki.

 

Teknologi yang digunakan bisa dengan smartwatch, smartband atau pun aplikasi pada ponsel yang sering kita gunakan. Saya pribadi menggunakan smartband yang dikoneksikan ke ponsel dengan bluetooth untuk sinkronisasi data dengan aplikasi khusus untuk menghitung langkah kaki.

 

Menghitung langkah dengan smartband

 

Jumlah langkah yang kita capai per hari dapat kita ketahui dengan cepat, saya sendiri menargetkan 10.000 langkah kaki dalam satu hari. Jika target langkah kaki tercapai akan terlihat notifikasi muncul pada layar smartband yang kita gunakan.

 

Target 10.000 langkah terpenuhi

 

Sama halnya pada aplikasi yang terpasang pada ponsel yang digunakan, data detil akan terlihat dan kita bisa mengecek data per hari, per minggu bahkan per bulan untuk langkah kaki kita.

 

 

Teknologi ini kembali lagi kepada pribadi orangnya, apakah akan digunakan atau tidak. Yang pasti dengan menggunakan teknologi atau tidak, semangat untuk berjalan kaki jangan sampai menurun.

 

Ayo sama-sama kita dukung untuk lebih banyak berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum massal. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa berjalan kaki dapat memberi banyak manfaat untuk tubuh kita dan lingkungan lebih hijau terutama kualitas udara yang lebih bersih karena berkurangnya polusi.

 

Jika diri kita sudah mulai berjalan minimal 6000 langkah kaki, masyarakat sekitar, dan masyarakat nasional bahkan masyarakat dunia juga mengikuti. Alangkah positifnya dampak yang dihasilkan untuk lingkungan di dunia, kemacetan berkurang dan kualitas udara semakin baik.

 

Semoga informasi yang disampaikan dapat bermanfaat untuk khalayak luas, jadi kapan kalian mulai berjalan kaki lebih banyak?

Written by 

penyuka teknologi, gadget, fotografi, traveling dan kuliner

One thought on “Dibalik 6000 Langkah Kaki Yang Bisa Mengubah Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *