Food Photography bisa dengan gawai

Belajar foto itu bisa kapan saja dan di mana saja, termasuk dengan kamera DSLR, Mirrorless atau pun dengan gawai (smartphone). Belakangan ini fotografi dengan gawai banyak diminati masyarakat luas, salah satu alasannya karena praktis, mudah dibawa dan harga yang lebih terjangkau.

Seiring dengan kemajuan teknologi, perkembangan kamera gawai terus meningkat sehingga foto yang dihasilkan sudah sangat baik sekali dan jauh dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Minat masyarakat terhadap fotografi pun sangat beragam, ada yang  kategori landscape, human interest, still life dan jika dipecah lagi akan semakin banyak lagi seperti food, fashion, model, street, underwater, sports, black and white, product, macro dan masih banyak lainnya.

Kali ini saya tertarik untuk belajar lebih fotografi terutama mengenai makanan dan minuman atau yang biasa dikenal dengan Food Photography, tidak  hanya menggunakan kamera canggih dan mahal food photography bisa dilakukan dengan gawai yang dimiliki oleh kita sendiri.

Rabu 25 Juli kemarin saya mengikuti workshop “Capturing Good Photo using Smartphone” yang diadakan oleh Foody Indonesia bertempat di kantor PT. Foody Direktori Indonesia, Pasific Century Place Tower Lt. 29, SCBD Lot 10. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.

lobby

Foody Indonesia (www.foody.id) atau PT Foody Direktori Indonesia berdiri sejak Agustus 2015, hasil ekspansi Foody Corporation yang berbasis di Vietnam  ke Indonesia dan berkembang menjadi platform utama direktori restoran dan makanan terbaik di tanah air khususnya DKI Jakarta. Selain itu Foody Indonesia berkembang ke kota lain dengan basis komunitas yang sangat kuat di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Bali.

Kebetulan saya datang ke acara workshop telat karena ada hal yang harus dikerjakan dahulu, jadi saya  terlewat untuk materi menarik yang dijelaskan seperti platform Foodyid, Foody Branding Types dan Target Users.

table

Saya masuk ruangan ketika materi yang dijelaskan oleh Jajanbeken, siapa yang belum tau Jajanbeken? Coba deh intip instagramnya, fotonya udah pasti kece sama konten foody nya yang bikin ngiler.

Jajanbeken ini bawain materi Food Photography dan pada kesempatan ini Food Photography menggunakan gawai / smartphone, ada 4 point yang harus diperhatikan dalam Food Photography yaitu :

  1. Food Styling
  2. Best Angle
  3. Timing
  4. Editing

 

  1. Food Styling

Dalam food styling terdapat element atau bahan-bahan yang digunakan dan          mewakili dalam tema food phorography itu sendiri, selain itu ada composition yaitu letak atau posisi element food photography yang digunakan tadi.

 

Food Styling

Rule of Third

Rule of third biasanya menggunakan 2 garis tegak lurus yang membagi 9 bagian di layar kamera, perteuan dari garis” tersebut menciptakan 4 titik di tengah layar. Untuk objeck tertentu bisa diposisikan pada salah satu titik tersebut dan akan menciptakan kompoisisi foto yang lebih menarik,  teknik ini biasa digunakan dalam photography secara umum maupun food photography.

Rule of Third

Rule of Color

Dalam menyusun komposisi foto kita harus terbiasa atau hafal dengan urutan warna, contohnya untuk makanan yang berwarna kuning didekatkan dengan unsur yang berwarna hijau atau yang berseberangan menghasilkan warna kontras seperti warna oranye dengan  dengan biru dan hijau.

Rule of Color

2. Best Angle

Dalam membuat foto yang menarik angle atau sudut pandang harus diperhatikan juga, untuk angle dalam food photography terdapat 3 angle terbaik yang biasa digunakan :

    1. Eye Level
    2. 45 Degree
    3. Top Shot
Best Angle

3. Timing / Lighting

Dalam membuat foto makanan atau minuman pencahayaan/lighting terbaik yaitu pencahayaan yang berasal dari matahari, pencahayaan alami dari matahari sangat berpengaruh dari waktu atau timing sehingga hasil fotonya dapat berbeda-beda, dalam membuat foto makanan atau minuman biasanya dilakukan dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore untuk menghasilkan foto dengan cahaya yang cukup baik.

Timing-Lighting

Setelah semua materi dijelaskan semua peserta workshop diajak turun ke lantai 28, ternyata di lantai 28 ada semacam ruang makan yang luas dengan pemandangan keluar gedung” perkantoran dan cityscape. Kita diajak masuk ke ruangan lagi di ujung ruangan dan di sana sudah disiapkan kue red velvet lengkap dengan alas foto dan property lainnya, property ini sengaja disiapkan untuk peserta agar bisa praktek langung membuat foto yang baik sesuai arahan dari ahlinya.

food court

Sehabis Jajanbeken menjelaskan teori tentang Food Photography dengan gawai, kini saatnya peserta workshop membuat foto dengan gawai yang dimiliki. Sambil Jajanbeken menjelaskan briefingnya, peserta lain diperbolehkan memulai untuk foto-foto dan merubah food styling sesuai keinginan sendiri.

sdr

Semua peserta workshop diberi waktu dan diminta membuat foto dengan property yang tersedia kemudian diupload ke akun instagram masing”, diberi caption bebas dan jangan lupa tag ke akun foodyid. Setelah itu panitia akan memilih foto-foto yang paling menarik dan tentu saja ada hadiah untuk dibawa pulang bagi pemenang .

Setelah waktu habis lalu pantia mengumumkan para pemenang, alhamdulillah foto saya terpilih menjadi juara 2. hehehehe.. Nah ini foto-foto yang saya buat dan upload di instagram pribadi @_drwn :

dav

dav

dav

Setelah ini mudah”an saya diudang lagi di acara workshop bareng Foody Indonesia dan Jajanbeken dengan tema Food Photography yang lebih kece lagi.

 

 

 

 

 

Written by 

penyuka teknologi, gadget, fotografi, traveling dan kuliner

2 thoughts on “Food Photography bisa dengan gawai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *